• header
  • header
  • header
  • header
  • welcome
  • web 2 gold
  • web 2 white

Selamat Datang di Website Resmi SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING

NPSN : 50102082

Jl.Pucak Tegeh Manukaya Tampaksiring 80552 Telp (0361) 901957 Fax (0361) 902271


taksuinfo@gmail.com / info@sman1tampaksiring.sch.id

TLP : (0361) 901957


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda tentang Kurikulum Merdeka?
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 485831
Pengunjung : 166159
Hari ini : 22
Hits hari ini : 54
Member Online : 3
IP : 3.238.174.191
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Pentingnya Bulan Bahasa Bali demi Lestarinya Budaya di Bali




      (SMAN1Tampaksiring, MA’TAKSU). Bahasa adalah alat komunikasi sosial yang berupa sistem simbol bunyi yang dihasilkan dari ucapan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan sarana untuk berinteraksi dengan manusia lainnya di masyarakat. Untuk kepentingan interaksi sosial itu, maka dibutuhkan suatu wahana komunikasi yang disebut bahasa. Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia. Bahasa bali di pelihara dan dilestarikan secara baik oleh masyarakat Bali. Bahasa bali merupakan bahasa ibu yang dipakai seluruh orang Bali dalam kehidupan sehari hari, sekaligus Bahasa Bali berfungsi sebagai salah satu penjaga budaya Bali pada satu sisi, dan pada sisi yang lain bermanfaat guna sebagai pendukung budaya Nasional, sangatlah wajar untuk dipertahankan.

      Bahasa Bali sebagai salah satu bahasa dan perekam budaya Bali sangat penting untuk dipelihara. Pemeliharaan bahasa Bali juga diharapkan untuk mempertahankan taksu Bali. Di Bali ada tingkatan(anggah-ungguhin basa) berbahasa yang menyebabkan terdapatnya klasifikasi sosial dalam masyarakat Bali. Kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Bali memperlihatkan kedudukan sosial dan etika orang tersebut dalam berbahasa. Kemudian muncul pertanyaan ketika orang Bali berbicara dalam bahasa Bali tanpa menguasai tingkatan bahasa. Untuk situasi sopan dan harmonis, penutur bahasa Bali diharapkan mampu menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan tingkatan berbahasa (saling singgihang). Bahasa Bali sebagai salah satu bahasa dan perekam budaya Bali sangat penting untuk dipelihara.

     Ada tiga hal yang menjadi keutamaan bahasa ini. Pertama, Bahasa Bali mampu dan telah terbukti sebagai bahasa sastra. Hal ini terbukti dari adanya berbagai peninggalan sastra Bali baik tertulis dalam ribuan pustaka suci lontar maupun komposisi-komposisi sastra lisan. Berbagai aspek kebudayaan sastra Bali dalam berbagai wujud, seperti lakon, geguritan, kidung, pepatah-petitih menggunakan bahasa dan aksara Bali. Semua itu, adalah wujud bahasa Bali sebagai bahasa susastra. Keutamaan yang kedua dimiliki bahasa Bali adalah  mengingat bahasa ini memiliki aksara, bahwa tidak semua bahasa daerah Nusantara memiliki aksara. Di antara yang sedikit itu, bahasa Bali termasuk di dalamnya. Atas dasar ini juga rasa bangga kepada bahasa Bali harus dimunculkan, tentu dengan mempelajari aksara sebagaimana ditekuni dan di lestarikan. 

    Tetapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi membuat pelestarian Bahasa Bali jadi semakin menurun. Dikutip dari Balai Budaya Provinsi Bali Dalam tahapan pengkajian vitalitas, tingkat daya hidup/vitalitas bahasa Bali dinyatakan mengalami penurunan pemakaian bahasa Bali di kalangan generasi muda atau rentan karena lebih menggunakan bahasa Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh perpindahan penduduk dari desa ke kota, pernikahan campuran (suku Bali dan suku lainnya, bahkan pernikahan dengan warga negara asing), dan pergaulan dengan tamu asing yang berkunjung ke Bali. Masyarakat Bali, khususnya di daerah perkotaan atau daerah pariwisata, bahasa daerah Bali sudah tidak lagi sepenuhnya menjadi bahasa ibu, bahkan ada orang tua yang tidak sama sekali mengenalkan bahasa Bali kepada anaknya.

      Oleh karena itu beberapa upaya telah dilakukan untuk membangun kembali penggunaan Bahasa Bali pada anak-anak masyarakat bali yakni mengimplementasikan penggunaan Bahasa Bali pada pendidikan. Pendidikan merupakan wadah yang paling tepat digunakan untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, dan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Selain itu, dengan melalui lembaga pendidikan peserta didik akan lebih mudah memperoleh pemahaman dan pengetahuan yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik yang berkompeten dalam bidang Bahasa Bali demi lestarinya Bahasa Bali di masa yang akan datang

      Tidak itu saja pemerintah Provinsi Bali juga mengadakan program Bulan Bahasa Bali dimana Bulan Bahasa Bali ini merupakan Program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu tonggak peradaban Bali era baru yang merupakan program unggulan pemerintah Provinsi Bali untuk memposisikan Bahasa Bali sebagai inti dari kebudayaan Bali. Bulan Bahasa Bali diadakan 1 tahun sekali di bulan Februari dimana Bulan Bahasa Bali sudah diadakan sejak enam tahun belakangan ini,dan pada tahun ini merupakan tahun ke enam diadakannya Bulan Bahasa Bali.

 

 

 

     https://www.kompas.id/baca/nusantara/2024/01/30/kompetisi-di-bulan-bahasa-bali-2024untuk-merawat-cinta-bahasa-daerah

     Dikutip Dari Kompas.id  Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 siap diselenggarakan Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mulai 1 Februari 2024. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha (tengah) dalam koferensi pers tentang persiapan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 di Taman Budaya Provinsi Bali, Kota Denpasar, Selasa (30/1/2024).

      Dikutip dari Kompas.com ”Bulan Bahasa Bali tahun keenam siap digelar. Menurut rencana dibuka penjabat gubernur Bali,” kata Arya Sugiartha. Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 ini mengusung tema ”Jana Kerthi-Dharma Sadhu Nuraga”, yang dimaknai Bulan Bahasa Bali menjadi alat pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kebenaran, kebijaksanaan, dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama (masyarakat) Bali.

      Bulan Bahasa Bali diadakan setiap tahun untuk memperingati bahasa daerah yang kaya akan sejarah dan budaya Bali. Acara ini juga merupakan upaya untuk mempromosikan bahasa Bali dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mempertahankan bahasa daerah, dengan adanya Bulan Bahasa Bali ini, Sebagai bukti nyata terhadap upaya mempertahankan dan melestarikan budaya Bali yang diantaranya yaitu Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali ke dalam bentuk sebuah kegiatan lomba Bahasa Bali dan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat dan para generasi muda untuk mengekspresikan diri dalam mengasah kemampuan menulis dan berbahasa Bali untuk melalui ajang lomba Bahasa Bali.

     Dan juga setiap sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang budaya Bali,dan setiap sekolah yang ada di bali pastinya akan mengadakan beberapa lomba yang berkaitan dengan budaya Bali,dimana itu semua akan mengembalikan minat siswa dalam mempelajari budaya bali. Selain itu dengan diakannya Bulan Bahasa Bali pihak sekolah akan mengetahui bakat yang dimiliki oleh siswa siswinya.

 

      Dan secara tidak langsung dengan diakannya Bulan Bahasa Bali ini akan membuat budaya Bali jadi semakin berkembang karena banyak anak muda yang mengasah bakatnya melalui lomba-lomba di acara Bulan Bahasa Bali. Selain itu dengan adanya Bulan Bahasa Bali juga menyadarkan kita bahwa begitu banyak budaya yang kita miliki di Bali.

      Jadi dari pemaparan  di atas Bulan Bahasa Bali yang diadakan di Bali setiap setahun sekali ini sangat penting karena seperti yang dikutip dari Balai Budaya Provinsi Bali pada era sekarang pelestarian Bahasa Bali mulai menurun. Tetapi dengan adanya Bulan Bahasa Bali ini orang Bali terutama anak muda bisa mengetahui budaya Bali dan bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan di sekolah demi mengasah bakat para anak muda di zaman sekarang ini. Secara tidak langsung dengan adanya Bulan Bahasa ini telah menjadi tempat untuk pelestarian Kebudayaan Bali.  (Ni Wayan Vidya Dharmayani - XI 2B, MA’TAKSU)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas